Skip ke Konten

Perjuangan Arby, Muallaf yang Bercita-cita Menjadi Penghafal Al-Quran

Project Indonesia Belajar
Price
Rp 10.000,00 Rp 10.000,00

Perjuangan Arby, Muallaf yang Bercita-cita Menjadi Penghafal Al-Quran

 

Sejak kecil, hidup Arby Ardiansyah tidak pernah benar-benar mudah. Ia tumbuh jauh dari kedua orang tuanya, dan harus menghadapi kehidupan yang tak selalu penuh kasih. Namun di balik masa kecil yang sunyi itu, Allah ternyata menyiapkan jalan luar biasa untuknya.


Sejak usia balita, Arby dan kakaknya diambil hak asuhnya oleh saudara kandung ayahnya yang tidak memeluk Islam. Saat menjelang dewasa, mereka kabur untuk kembali ke kami, dan memeluk agama Islam,” tutur sang ibu, Ibu Nurhasanah, dengan mata berkaca-kaca.


(Kegiatan Arby di Pondok)


Setelah bertahun-tahun berpisah awal tahun 2023, Arby dan kakaknya akhirnya kembali ke rumah ke pangkuan ayah serta ibu yang dulu mereka rindukan. Dari situlah, Arby mulai belajar membaca Al-Qur’an dan mengenal Islam dengan sungguh-sungguh. Sejak itu pula, lahir tekad kuat dalam hatinya — ingin menjadi Hafizh Al-Qur’an, penjaga kalam Allah yang akan terus membawa kebaikan bagi keluarganya.


Kini Arby duduk di kelas 11 Pondok Pesantren Miftahul Jannah Akbar, Cisarua, Bogor. Setiap hari ia mengulang hafalan, mengaji, dan belajar dengan kesungguhan yang luar biasa. Tidak banyak anak seusianya yang bisa bertahan sekuat itu — apalagi dengan kondisi keluarga yang begitu berat.


Ayahnya, Bapak Ilham Ardiansyah (59 tahun), sudah delapan tahun tidak mampu bekerja karena sakit yang tak kunjung sembuh. Kini beliau juga mengalami stroke ringan, diabetes, dan gangguan jantung. Tubuhnya lemah, dan hampir seluruh aktivitas di rumah kini dibantu oleh istrinya.


Sementara sang ibu, Ibu Nurhasanah (48 tahun), berjuang seorang diri menafkahi keluarga. Setiap pagi ia menanak nasi, menyiapkan sambal kacang, dan membungkus nasi uduk di rumah kecil mereka di Kelurahan Cipayung, Depok. Hasil jualannya kadang tak seberapa — sering kali harus dibagi untuk membeli obat suami, memenuhi kebutuhan rumah, dan menutup biaya makan sehari-hari.


Kadang saya cuma bisa berdoa, semoga Allah mudahkan jalan anak saya,” ucapnya lirih sambil menahan air mata.


Di saat ibu-ibu lain menyiapkan uang saku untuk anaknya, Ibu Nurhasanah justru sering memikirkan bagaimana agar Arby tetap bisa sekolah dan tidak dipulangkan dari pondok karena tunggakan biaya.


Beberapa kali Arby harus menahan diri untuk tidak ikut kegiatan pesantren karena administrasi yang belum terbayar. Tapi anak itu tidak pernah mengeluh. Ia tetap tersenyum, tetap datang ke kelas, dan terus menghafal Al-Qur’an.


Saya ingin jadi penghafal Al-Qur’an, Bu” katanya suatu malam ketika ibunya hampir menyerah. Kalimat sederhana itu membuat Ibu Nurhasanah menangis lama. Dalam hatinya ia tahu, anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sabar, penuh iman, dan kuat menghadapi ujian.


Meski terkadang ia tidak bisa berjualan karena modal harus dipakai membeli obat suami, Ibu Nurhasanah tidak pernah berhenti berharap.


Selama saya masih bisa berdiri, saya ingin Arby terus sekolah. Saya ingin dia jadi anak yang baik, yang tanggung jawab, yang bisa bermanfaat untuk banyak orang,” ujarnya dengan suara bergetar.


Mari bersama Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Indonesia Belajar, kita bantu perjuangan Arby — seorang muallaf muda yang tengah berjuang menjaga cahaya iman di tengah cobaan hidup yang besar.

 


Nilai Donasi Pendidikan yang Dibutuhkan:

Rp.27.000.000


Partner Lapang:

Suryana

 


#BWA #InovasiWakaf #IB #IndonesiaBelajar

Contoh Program Donasi

Total: 1 Donatur
0 %
Terkumpul
Rp 100.000,00
Donasi yang diperlukan
Rp 27.000.000,00
Kekurangan
- Rp 26.900.000,00
Mau Donasi Berapa?
Atau Masukkan Nominal
Rp
Saya Mau Donasi Rp 0
Donasi Sekarang